Dinyatakan Sehat, Belasan Ternak diberangkatkan ke Batam

Ternak ruminansia merupakan salah satu media pembawa yang rutin dilalulintaskan melalui Pelabuhan Kuala Tungkal menuju Batam. Ternak ruminansia ini nantinya akan dimanfaatkan produknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam. HPHK yang perlu diwaspadai pada ternak ruminansia yaitu Brucellosis. Brucellosis merupakan penyakit bakterial yang dapat menular ke sesama hewan ruminansia dan juga manusia. Oleh karena itu, Karantina Pertanian harus mengantisipasi penyebaran HPHK tersebut dengan melakukan pemeriksaan pada setiap ternak ruminasia yang akan dilalulintaskan.

Jum’at (19/02), Karantina Pertanian Jambi melalui wilker Pelabuhan Kuala Tungkal melakukan sertifikasi pada 11 ekor sapi Simmental dan Limousin serta 45 ekor kambing potong. Ternak tersebut berasal dari Lampung Tengah.

Guna memastikan sapi dan kambing yang dikirim ke Batam dalam keadaan sehat dan bebas HPHK, sebelum dimuat, pejabat karantina melakukan pemeriksaan administrasi, fisik serta pengambilan sampel darah untuk monitoring penyakit Brucellosis dan parasit darah. “Sapi dan kambing yang diperiksa dalam keadaan sehat dan bebas Brucellosis sehingga layak untuk diberangkatkan,” ujar Shobar, pejabat karantina hewan.

SobatQ, yuk laporkan semua komoditas hewan dan tumbuhan yang akan dilalulintaskan.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianJambi

Dukung Gratieks, Karantina Pertanian Jambi Bersinergi dengan Instansi Terkait

Jambi (15/2) – Karantina Pertanian Jambi bersinergi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Pertemuan ini mendiskusikan program aksi yang segera dilaksanakan pada tahun 2021.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menyatakan keberadaan tim peningkatan dan percepatan ekspor pengolahan sumber daya alam Provinsi Jambi yang diinisisasi oleh Karantina Pertanian Jambi membuka cara pandang pengelolaan potensi komoditas perkebunan Jambi. Penyediaan produksi di hulu harus berorientasi pada keinginan pasar, sehingga memberikan nilai lebih bagi petani. “Kami sangat memerlukan informasi spesifikasi produk dan persyaratan yang diperlukan pasar, sehingga dapat sejalan dengan program peningkatan produksi yang menjadi tugas pokok Kami,” ujar Agus Rizal, selaku Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Kepala Karantina Pertanian Jambi memastikan ketersediaan sumber informasi yang diperlukan oleh Dinas. Pemetaan potensi melalui Desa Gratieks mencakup empat komoditas unggulan yaitu kopi, kelapa, kayu manis, dan sarang burung walet yang tersebar di tujuh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi. “Seluruh pemangku kebijakan harus duduk bersama secara berkala, sehingga didapat informasi komprehensif dari semua pihak,” papar Turhadi, Kepala Karantina Pertanian Jambi.

Karantina Pertanian Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk menindaklanjuti pengembangan desa Gratieks secara sistematis pada tahun 2021 dengan mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan serta Kementerian Pertanian. Salah satunya dengan menyediakan dry-port di Kabupaten Merangin atau Kerinci. Keduanya optimis bahwa Program Gratieks akan berhasil di Provinsi Jambi.

#Gratieks
#KarantinaPertanianJambi

 

 

Perdana, Pengiriman Ulat Bambu melalui Karantina Pertanian Jambi

SobatQ, tahukah kalian apa itu ulat bambu?
Ulat bambu biasa disebut dengan ulat bumbung merupakan salah satu jenis larva yang berasal dari rumpun bambu, memiliki nama asing bamboo borer. Ulat ini banyak ditemukan di hutan sebelah Utara Thailand, Laos, Myanmar, dan provinsi Yunan di China. Ulat ini dapat dijadikan sebagai pakan ternak, seperti burung, ikan, maupun reptil.
.
Permintaan pasar akan ketersediaan ulat bambu yang semakin meningkat, menjadi salah satu alasan ulat bambu dapat dibudidayakan dan dijadikan usaha yang menguntungkan. Hal tersebut membuka peluang baru bagi pengusaha pakan ternak untuk mulai membudidayakan Ulat Bambu tersebut.
.
Senin (01/02), Karantina Pertanian Jambi melakukan sertifikasi terhadap 20 Koloni Ulat Bambu. Asnawir selaku Paramedik Karantina Hewan yang memeriksa mengungkapkan bahwa sertifikasi terhadap ulat bambu ini merupakan sertifikasi perdana yang dilakukan oleh Karantina Pertanian Jambi karena komoditas Ulat Bambu ini termasuk komoditas baru yang ada disini.
.
“Semakin banyak komoditas baru yang dikirimkan melalui karantina, menunjukkan bahwa semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membantu karantina pertanian dalam meningkatkan dan menegakkan fungsi penting karantina yaitu mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya HPHK dan OPTK dalam suatu wilayah di Indonesia,” ujar Asnawir.

#LaporKarantina????????
#KarantinaPertanianJambi

Sinergi Bangun Koordinasi Antar Instansi

Jambi – Karantina Pertanian Jambi dikunjungi dua instansi yaitu Kepala Karantina Ikan dan Bareskim Polri, Selasa lalu (02/02). Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman.
“Kedatangan kami ini untuk menjalin hubungan baik dan kerja sama antar instansi,” ujar Sigit, perwakilan Bareskim Polri.
Pertemuan dengan Bareskim membahas kerja sama guna memperkuat pengawasan dibeberapa titik wilayah kerja yang rawan akan pelanggaran perkarantinaan.
Bersama Kepala Karantina Ikan, Turhadi menjalin silaturahmi dan berkoordinasi mengenai teknis perkarantinaan sesuai amanat Undang-Undang No. 21 Tahun 2019, tentang karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Turhadi menyampaikan bahwa kerja sama antar instansi sangatlah penting untuk mendukung lancarnya dan terciptanya tugas perkarantinaan yang baik. “Harapan kami koordinasi ini berkelanjutan dan dapat melancarkan tugas bersama,” ujar Turhadi.

Makanan Beku Asal Hewan Digagalkan Masuk Jambi

Era digital mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kebiasaan belanja. Saat ini, masyarakat Indonesia hanya perlu menggunakan gawai untuk mendapatkan barang yang diinginkan melalui transaksi jual-beli online, tanpa harus bertemu langsung dan menghabiskan banyak waktu. Komoditas pertanian pun tidak luput dari transaksi jual-beli online ini.
Minggu (07/02), Karantina Pertanian Jambi mendapatkan pemasukan media pembawa asal hewan melalui kargo Bandara Sultan Thaha yang tidak disertai sertifikat sanitasi produk hewan (KH12) dari daerah asal. Pejabat Karantina Hewan yang bertugas saat itu melakukan penahanan terhadap media pembawa dengan disaksikan oleh pihak ekspedisi dan pemilik media pembawa.
Adapun media pembawa tersebut berupa daging sapi beku 12 kg, bakso sapi 1,5 kg, serta siomay ayam 0,5 kg. Menurut keterangan pemilik, media pembawa dibeli melalui situs jual beli online untuk dikonsumsi pribadi. Pemilik juga menyebutkan bahwa pihaknya dan juga pihak penjual belum paham adanya peraturan karantina yang mengharuskan adanya sertifikat karantina untuk pengeluaran dan pemasukan media pembawa produk hewan.
Maulana selaku Dokter Hewan Karantina yang bertugas memberikan penjelasan tentang tindakan penahanan media pembawa tersebut kepada pemilik dan memintanya untuk melengkapi dokumen persyaratan. “Pemilik barang sangat kooperatif saat dimintai keterangan. Sosialisasi terkait prosedur karantina produk hewan juga disampaikan,” tutur Maulana.
Pemilik mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat melengkapi dokumen persyaratan dan setuju untuk dilakukan tindakan penolakan oleh Karantina Pertanian Jambi. “Saya beli barang ini melalui situs online, jadi status transaksinya putus sehingga tidak bisa kalau harus melengkapi dokumen persyaratan yang diminta,” ujar pemilik.
Karantina Pertanian Jambi mengeluarkan KH9 untuk tindakan penolakan dan ikut mengawal pengiriman media pembawa kembali ke Jakarta di hari yang sama. Proses pengiriman dilakukan dengan menggunakan jasa ekspedisi.

Diminati Pakistan, 27 Ton Lidi Nipah Asal Jambi Siap Berangkat

Lidi nipah merupakan produk samping pohon nipah atau Nypa fruticans. Pohon nipah adalah sejenis palem yang hidup di lingkungan hutan bakau atau di sekitar daerah pasang surut dekat tepi laut. Tanaman ini banyak terdapat di pesisir Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Lidi nipah memiliki tekstur yang lentur dan berukuran lebih panjang dibanding lidi dari tanaman palem-paleman lainnya seperti kelapa atau kelapa sawit. Selain itu, lidi nipah cukup diminati di pasar ekspor.
Kamis (11/02) Karantina Pertanian Jambi melakukan pemeriksaan jenis dan jumlah lidi nipah yang akan di ekspor ke Pakistan.
“Negara tujuan mempersyaratkan ukuran lidi nipah minimal sepanjang 130cm dan diberi perlakuan fumigasi untuk menghindari adanya hama yang kemungkinan terbawa,” ujar Yaya, kepala Gudang CV. NDK.
Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi yang ikut dalam pemeriksaan media pembawa lidi nipah menyatakan bahwa Karantina Pertanian Jambi siap memfasilitasi ekspor nipah, baik dari segi pemenuhan persyaratan hingga berkoordinasi untuk menambah mitra dagang dari negara lain.

Tiba di Pelabuhan Roro, KMP Satria Pratama disambut Petugas Karantina

Jambi (18/2), Kapal Motor Penumpang yang bertolak dari Batam tiba di Pelabuhan Kuala Tungkal pukul 07.00 dan disambut oleh otoritas kepelabuhan, termasuk didalamnya Karantina Pertanian.
Sebagai instansi yang diberi kewenangan untuk menjaga pintu pemasukan dan pengeluaran dari ancaman masuk dan tersebarnya OPTK dan HPHK, pejabat karantina melaksanakan tugas dan fungsi yang telah diamanahkan tersebut dengan bersinergi bersama instansi terkait.
“Kami melaksanakan pengawasan terhadap komoditas yang dibawa oleh kapal dan penumpang, jika ada media pembawa karantina baik hewan, tumbuhan, maupun produk turunannya, maka kami melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen, kesesuaian jenis dan jumlahnya,” ujar Shobar, dokter hewan karantina.
“Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan media pembawa karantina pertanian, hanya terdapat muatan truk, mobil, motor, sepeda dan penumpang yang menuju wilayah provinsi Jambi,’’ pungkasnya.
SobatQ, ayo ikut berpartisipasi dalam melindungi negeri dari masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tanaman karantina dan hama penyakit hewan karantina. Caranya dengan selalu lapor karantina sebelum melalulintaskan media pembawa ya.

Miliki Keunggulan Citarasa, Kopi Kerinci Masuk Pasar Ekspor Baru

Jambi – Untuk pertama kalinya, sebanyak 4,98 ton Kopi Arabica Kerinci dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 397,8 juta rupiah diberangkatkan ke negeri Jiran Malaysia pada 17/2 lalu.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi mencatat komoditas unggulan ekspor Provinsi Jambi ini pada tahun 2020 mencatat kinerja ekspor sebanyak 18 ton biji kopi dengan nilai Rp. 1,6 milyar. Dengan tujuan negara masing-masing adalah Belgia, China, Hongkong, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi penambahan negara tujuan ekspor baru untuk Kopi Arabica Kerinci ini,” kata Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerrahman saat melalukan monitoring tindakan karantina di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Selasa (23/02).

Menurut Turhadi, setiap negara tujuan ekspor memiliki aturan dan protokolnya masing-masing. Seperti halnya untuk tujuan ke Malaysia yang mempersyaratkan perlakuan fumigasi terhadap kemasannya (karung goni).

Masih menurut Turhadi, perlakuan fumigasi dilakukan merujuk ketentuan International Standar for Phytosanitary Measure (ISPM) No. 43, yang penerapannya sesuai dengan Standar Badan Karantina Pertanian.

Perlakuan ini semata-mata hanya untuk pemenuhan persyaratan karantina negara tujuan ekspor. “Apabila tidak dipersyaratkan maka langsung dapat diekspor setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan bebas hama oleh Pejabat Karantina,” jelas Turhadi.

Perlakuan tindakan karantina (fumigasi) merupakan wewenang (kompetensi) Pejabat Karantina Tumbuhan, namun dalam pelaksanaannya dapat didelegasikan pada pihak ketiga dibawah pengawasan Pejabat Karantina Tumbuhan. Dan dalam pelaksanaannya, perusahaan fumigasi tersebut adalah perusahaan yang sudah diregistrasi oleh Badan Karantina Pertanian melalui program Skim Audit dan Penilaian (SAP) Badan Karantina Pertanian, tambahnya.

Hilirisasi Produk Pertanian

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil juga turut mengapresiasi penambahan negara tujuan ekspor baru untuk komoditas Kopi Arabika Kerinci.

Sebagai informasi, komoditas asal sub sektor perkebunan ini dinobatkan sebagai Kopi Arabika Specialty Indonesia Terbaik Tahun 2017. Penilaian ini karena kopi memiliki rasa khas buah-buahan atau fruity, aroma rempah dan meninggalkan rasa atau aftertaste yang manis. Ditambah juga dengan bentuk biji tebal sehingga banyak disukai penikmat kopi hingga manca negara.

“Untuk dapat mencapai target nilai Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks, red) diperlukan kerjasama yang baik dengan seluruh entittas. Upayakan yang diekspor sudah dalam bentuk jadi, minimal setengah jadi,” kata Jamil.

Gratieks sendiri adalah program jangka panjang yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya untuk mengakomodir semua kepentingan dari hulu sampai hilir. Progam ini dirancang untuk menggerakan roda ekonomi nasional mulai dari sisi produksi sampai proses pengolahannya, tukas Jamil.

Narahubung :
Ir. Turhadi Noerrachman MSi.

Kepala Karantina Pertanian Jambi

 

 

 

 

 

 

 

Awali Tahun 2021, Kinerja Ekspor Pertanian Jambi Tancap Gas

#RilisBarantan
Jambi, 3 Februari 2021
Nomor : 0102/R-Barantan/02.2021

Jambi — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi melaporkan adanya peningkatan nilai sertifikasi ekspor pertanian periode Januari 2021 sebesar 58,8% dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Tercatat di bulan Januari 2021, volume ekspor Jambi mencapai 138.663 ton atau mengalami peningkatan sebesar 52,4% dibandingkan periode Januari 2020. Seiring dengan peningkatan volume, nilai ekonomi juga tercatat meningkat sebesar 58,8% dibandingkan capaian Januari tahun 2020 atau senilai Rp. 489 milyar.

“Sesuai dengan arahan Gubernur Jambi (Fachrori Umar, red) kami telah memiliki Tim Gugus Tugas Peningkatan Ekspor Pertanian, sehingga dengan sinergi yang baik kami bisa tancap gas,” kata Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/2).

Menurut Turhadi, pihaknya selain mengemban tugas perkarantinaan juga melaksanakan tugas strategis dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal kinerja ekspor pertanian di unit kerjanya. Dan ini mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain di Jambi, jelasnya.

Masih menurutnya, komoditas ekspor unggulan asal Jambi yang telah mampu menembus pasar ekspor berasal dari sektor pertanian dan kehutanan. “Fasilitasi ekspor berupa serangkaian tindakan karantina pertanian guna memastikan produk sehat, aman dan sesuai aturan serta protokol ekspor negara tujuan,” tutur Turhadi.

Sebagai informasi dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Jambi masing-masing komoditas pertanian yang diekspor dengan peningkatan signifikan adalah biji pinang dengan volume 7.965 ton dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 4.522 ton. Kemudian asal sub sektor perkebunan lainnya adalah cangkang sawit atau palm kernel shell dari 78.517 ton di tahun 2020 menjadi 124.363 ton pada tahun ini.

Awal tahun ini juga menjadi waktu perdana bagi biji pala untuk masuk pasar ekspor, melalui Pelabuhan Talang Duku sebanyak 15,5 ton berlayar menuju Uni Emirat Arab. Sementara produk lain berupa sapu lidi dan kayu manis juga diekspor di awal tahun ini menuju Pakistan dan India dengan volume masing-masing sebanyak 51,3 ton dan 50 ton.

Sinergisitas Mendorong Ekspor

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil secara terpisah mengapresiasi kinerja ekspor awal tahun produk pertanian dan kehutanan asal Provinsi Jambi.

Jamil berharap sinergisitas yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah dapat terus digalakkan. “Sinkronkan dengan program di Kementerian Pertanian seperti fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program lainnya”.

Selain percepatan layanan ekspor, Karantina Pertanian Jambi juga memberikan fasilitasi bimbingan teknis bagi persyaratan ekspor produk pertanian serta klinik agro ekspor. “Akses informasi fasilitasi ekspor kami buka seluas-luasnya dengan harapan dapat turut meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Turhadi.

Narasumber :
Ir. Turhadi Noerachman, MSi
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi

Pengujian Nitrit Sarang Burung Walet Sebagai Langkah Monitoring

Sarang burung walet merupakan komoditas yang sedang naik daun. Seiring banyaknya minat ekspor sarang burung walet mengharuskan dukungan karantina dalam menjamin keamanannya.

Sarang burung walet memiliki residu nitrit berbahaya untuk kesehatan jika kadarnya melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Salah satu syarat ekspor media pembawa ini yaitu kadar nitrit kurang dari 30 ppm jika diekspor ke Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sesuai yang tercantum dalam SK Ka.Barantan No. 832 Tahun 2013 tentang Pedoman Persyaratan dan Tindakan Karantina Hewan terhadap Pengeluaran Sarang Walet dari Wilayah Negara RI Ke Negara RRT.

Jumat (29/01), laboratorium Karantina Pertanian Jambi melakukan pengujian nitrit pada sarang burung walet yang sudah dibersihkan. Dari beberapa sampel yang diuji hasilnya semua memenuhi standar ekspor nitrit, kurang dari 30 ppm.

Fitria selaku Dokter Hewan Karantina mengatakan bahwa pengujian ini dilakukan sebagai langkah monitoring yang mendukung program gratieks. “Hasil uji menunjukkan bahwa semua sampel yang kita terima sudah memenuhi nilai standar nitrit sarang walet,” ujar Fitria.

#LaporKarantina????????
#KarantinaJambi