Sugar Glider, si mungil eksotik siap terbang ke Pontianak dan Malang.

Pejabat Karantina Pertanian Jambi periksa empat ekor sugar glider yang akan dilalulintaskan ke Pontianak dan Malang, Rabu (14/04). Hasil pemeriksaan, dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) benar dan sah serta sugar glider dalam keadaan sehat, sehingga dapat dilalulintaskan.

Sugar Glider atau Petaurus brevicep adalah hewan yang memakan nektar manis dan memiliki kemampuan meluncur di udara. Hewan ini merupakan hewan asli Papua yang banyak diminati karna kelucuannya dan mudah bonding dengan pemiliknya.


.

 

KUNJUNGI SENTRA KOPI ROBUSTA MERANGIN, KARANTINA PERTANIAN JAMBI DORONG PETANI GENJOT EKSPOR

Kabupaten Merangin memiliki sumber daya alam yang beragam. Salah satu yang menjadi ciri khas adalah kopi robusta. Menurut Marzuan, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Merangin, kopi robusta disana memiliki karakter khusus karena ditanam di dataran tinggi.

“Umumnya kopi robusta adalah kopi yang banyak dibudidayakan di dataran rendah, akan tetapi di Merangin, sejak dahulu kopi robusta ditanam di ketinggian 1000 – 1400 diatas permukaan laut, sehingga memiliki cita rasa dan aroma yang khas dibandingkan kopi robusta dari daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Mendengar adanya potensi ini, Jumat (9/4) Karantina Pertanian Jambi melakukan kunjungan lapangan dalam rangka mendorong petani kopi robusta merangin untuk dapat mengekspor kopi.

“Kunjungan kami ke Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin ini untuk berkoordinasi dan berbagi informasi mengenai potensi ekspor komoditas pertanian. Kami mendapatkan data bahwa kopi merangin memiliki potensi yang besar untuk dapat di ekspor,” ujar Anita Setyawati, Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan Jambi.

“Selain itu dengan melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan bertemu petani kopi membuat kami dapat mengetahui hambatan apa yang dihadapi sehingga Karantina Pertanian Jambi dapat membantu untuk mengupayakan solusi nya,” ujar Anita lebih lanjut.

Menurut Dody, petani kopi robusta, saat ini kelompok tani disana telah mengupayakan untuk ekspor karena pasar internasional (buyer) sudah ada, dan dukungan yang diterima dari Pemerintah Daerah juga sangat besar dalam hal fasilitasi. “Untuk mengekspor secara langsung dari Provinsi Jambi, kami hanya masih terkendala belum adanya sertifikat Informasi Geografis (IG), karena proses pembuatan IG ini memakan waktu yang lama. Informasi terakhir, IG Kopi Robusta Jangkat, Merangin, sudah memasuki tahap akhir,” ujar Dody.

“Apabila IG sudah ada, kami optimis dapat menggebrak pangsa ekspor kopi robusta merangin, karena luas lahan kopi disini mencapai 11.146 hektar, dengan produksi kopi 20 ton biji kopi kering per hari,” ujar Marzuan.

Bungo Jadi Target Pemantauan Daerah Sebar Brucellosis di Provinsi Jambi Tahun 2021

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pejabat @karantinajambi dalam laksanakan tugasnya, yaitu melaksanakan pemantauan daerah sebar HPHK. Di tahun 2021 ini berbeda pejabat karantina lakukan pengambilan sampel darah sapi di beberapa Kabupaten di Provinsi Jambi.

Daerah Pemantauan HPHK yang pertama kali dikunjungi adalah Kabupaten Bungo. Bungo merupakan Kabupaten yang memiliki jumlah ternak yang lebih banyak dibanding kabupaten lainnya di Provinsi Jambi.

Jambi (12/04) @karantinajambi lakukan pengambilan sampel darah di Kab. Bungo, tepatnya di Kecamatan Pelepat dan Pelepat Ilir. Tim Pemantauan HPHK Karantina Jambi didampingi oleh Togu Permadi Samosir selaku Plt Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo.

“Jumlah sampel darah yang didapatkan ada 68 sampel yang kemudian akan dilakukan pengujian Brucellosis dengan metode RBT di Laboratorium Karantina Hewan @karantinajambi,” ujar Angga selaku Ketua Tim Pemantauan HPHK.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No.3828/Kpts/K.2/02/2021 tanggal 9 Februari 2021, Karantina Pertanian Jambi melaksanakan pemantauan HPHK pada 5 Kabupaten di Provinsi Jambi. Tahap pertama Pemantauan HPHK dilakukan di Kab. Bungo & Tanjung Jabung Barat.

Targetnya adalah mendeteksi adanya Brucellosis di Provinsi Jambi, dikarenakan Jambi termasuk daerah yang bebas Brucellosis. Adapun tujuan dari pemantauan HPHK Karantina Jambi adalah mempertahankan status bebas Brucellosis pada Provinsi Jambi.

#LaporKarantina

Bergerak Cepat, Karantina Pertanian Jambi Perkuat Sinergitas Ekspor

Adirozal Bupati Kabupaten Kerinci mengapresiasi @karantinajambi
dalam upaya peningkatan ekspor tuk sejahterakan masyarakat Kerinci. Adirozal mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kebijakan agar komoditas Kerinci (perkebunan & hortikultura) dapat diterima di pasar global.
.
Turhadi Kepala @karantinajambi juga lakukan kunjungan lapangan dengan eksportir kopi & kayu manis. Kunjungan ini hasilkan komitmen untuk eksportir kopi dalam mengupayakan conecting port Talang Duku, Jambi sebagai port of loading.
.
“Saat ini ekspor kopi dari Talang duku, Jambi, terkendala oleh belum masuknya Talang Duku sbg Port of Loading dalam kontrak dengan pembeli di luar negeri, sehingga diperlukan ammandement kontrak,” ujar Triyono, ketua koperasi Koerintji Barokah.
.
“Selain memaksimalkan ekspor kopi arabika, kayu manis & manggis juga didorong untuk dapat di ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi. “Untuk kayu manis, sedang dlm penyelesaian proses perizinan, sedang manggis diupayakan tuk bangun rumah kemas di Kab. Kerinci,” ujar Turhadi

Ayam jago asal Batam, aman masuk kota Jambi.

Saat lakukan pengawasan di Pelabuhan Roro, Kuala Tungkal, pejabat @karantinajambi pastikan ayam tersebut sehat bebas dari AI dan dilengkapi dokumen KH 11 dari daerah asal.

“Dokumen persyaratan lengkap serta jumlah ayam yang dibawa sesuai dengan dokumen sehingga kami bebaskan dengan mengeluarkan sertifikat pelepasan KH-14,” ujar Hanief, petugas

Kerja Sama Ciamik, Dua Instansi Gagalkan Penyelundupan Viper

Jambi – Hobi yang kini sedang tren adalah memelihara hewan, mulai dari kucing, anjing, sampai hewan yang tak lazim dipelihara seperti harimau, kadal, dan ular. Hobi memelihara satwa liar membuat manusia berlomba membuktikan dirinya mampu memelihara satwa tersebut hingga menyebabkan terjadinya peningkatan perburuan ilegal dan penyelundupan.
.
Selasa (06/03), Karantina Pertanian Jambi bersama Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Thaha menggagalkan pengeluaran sepasang ular viper menuju Jawa Timur. Ular ini berusaha diselundupkan pemiliknya dalam kardus yang akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi. Kecurigaan bermula saat petugas Avsec melakukan pemeriksaan dengan X-ray dan didapatkan isi paket bergerak.
.
“Sebuah paket yang dikemas dalam kardus berisi keterangan sebagai pakan ternak kemudian dibuka untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan didapatkan dua toples plastik yang berisikan sepasang ular jenis Tropidolaemus wagleri,” ujar Yuliana, paramedik karantina hewan.
.
Selanjutnya ular tersebut ditahan oleh Karantina Pertanian Jambi dan pemiliknya dihubungi untuk dimintai keterangan. Penyelundupan telah melanggar Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan karena tidak dilengkapi sertifikat Karantina dan lapor kepada pejabat Karantina.
.
Jumat (09/04), ular tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi karena pemilik tidak datang memenuhi panggilan. “Pihak BKSDA telah menandatangani berita acara penyerahan ular ini,” ujar Hendra Purwana Subkoordinator Substansi Karantina Hewan.

Pesona Gunung Masurai dan Danau Pauh Kabupaten Merangin-Jambi

SobatQ, mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa selain memiliki gunung Kerinci, Provinsi Jambi juga memiliki gunung lain yang berada di Kabupaten Merangin, yaitu Gunung Masurai.
Gunung Masurai merupakan gunung berapi tetapi sudah tidak aktif sehingga dijuluki sleeping mountain. Gunung yang memiliki ketinggian 2.980 meter diatas permukaan laut ini juga masuk ke dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kata Masurai berasal dari kata “emas” dan “terurai”. Selain Gunung Masurai, terdapat danau vulkanik yang terbentuk akibat aktifitas gunung berapi jutaan tahun lalu yang bernama Danau Pauh.
.
Kombinasi apik Danau Pauh dan Gunung Masurai ini sangat memanjakan mata. Udara yang terasa sejuk meski di siang hari serta angin semilir menjadikan tempat ini sangat nyaman untuk dikunjungi. Selain Gunung Masurai, berada di Danau Pauh membuat kita dapat melihat dua gunung lain yang berdekatan, yaitu Gunung Hulu Nilo, dan Gunung Sumbing.
Apabila cuaca cerah dan tidak berawan, kita bisa melihat ketiga gunung ini berbaris dan menjadi spot foto yang bagus untuk feed social media kamu meskipun tanpa filter.

Pacu Ekspor, Karantina Pertanian Jambi Perkuat Sinergisitas

Jambi, 31 Maret 2021
No. 2803/R-Barantan/03.2021
Jambi – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi selaku koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian terus melakukan sinergisitas dengan berbagai pemangku kebijakan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun swasta.
“Sejalan dengan gagasan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang merupakan program strategis Kementan, Karantina Pertanian Jambi memacu ekspor dengan melalukan sinergisitas dengan pemangku kebijakan melalui kegiatan Sosialisasi Peran Karantina Pertanian dalam Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2021 dengan tema “Jambi Rebound 2021,” ungkap Turhadi Noerachman, Kepala Karantina Pertanian Jambi melalui keterangan tertulisnya (31/03).
Selanjutnya Turhadi menyampaikan bahwa dengan adanya sinergisitas dari berbagai pemangku kebijakan pihaknya optimis dapat melambungkan ekspor Provinsi Jambi. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Jambi, beberapa komoditas ekspor unggulan Provinsi Jambi volumenya meningkat pada triwulan pertama di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 pada periode yang sama, diantaranya cangkang sawit ekspornya meningkat sebanyak 42,24%, pinang sebanyak 57,81%, lidi nipah sebesar 486,59 %.
Untuk kayu manis, di tahun 2020 ekspor hanya berupa sampel sebanyak 10,45 kg dan pada 2021 meningkat menjadi 122,37 ton. Disamping itu berhasil penambahan ragam komoditas ekspor tahun 2021 yaitu pala sebanyak 31 ton, bunga pala 1,8 ton, dan cengkeh sebanyak 5,8 ton.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, salah satu narasumber pada kegiatan dimaksud mengatakan, jika target Karantina Pertanian Jambi untuk mencapai ekspor sebesar 20% di tahun ini, maka target tersebut optimis dapat diwujudkan. “Harapan kedepan, komoditas asal Jambi dapat diekspor melalui Provinsi Jambi dan perlu hilirisasi sehingga yang diekspor dalam bentuk produk setengah jadi maupun produk jadi, “ ujar Agus.
Lebih lanjut Turhadi menerangkan selain komoditas unggulan masih banyak komoditas lokal Provinsi Jambi yang memiliki potensi ekspor seperti sub sektor hortikultura yaitu kentang, nenas dan sub sektor peternakan seperti madu. Kemudian sarang burung wallet (SBW). “Khusus sarang burung walet, saat ini sudah ada investor yang akan membantu fasilitas pengolahan sehingga kedepan dapat diekspor secara langsung dari Provinsi Jambi,” tambah Turhadi.
Secara terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, mengatakan bahwa supaya ekspor komoditas pertanian meningkat pihaknya akan selalu mendorong produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor supaya meningkat secara kuantitas maupun kualitas.
“ini adalah tugas kami untuk melakukan pendampingan dalam pemenuhan persyaratan kesehatannya, dan akan terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kemampuan produksi, kualitas produknya serta melakukan pengawalan percepatan layanan, jaminan keberterimaan dan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor,” tukas Jamil.
Narahubung :
Ir. Turhadi Noerrahman, MSi, Kepela Karantina Pertanian Jambi, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian.

Sinergisitas Karantina Pertanian Jambi dan Bea Cukai dalam Menjaga Negeri

Pejabat @karantinajambi melaksanakan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian di wilayah kerja Kuala Tungkal. Pengawasan ini juga dilakukan bersama dengan instansi terkait yaitu  @beacukaijambi.

Maulana Hanief selaku Pejabat Karantina yang bertugas mengungkapkan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap komoditas yang dilalulintaskan, memastikan komoditas yang keluar masuk sehat, aman dan legal (dilengkapi dengan dokumen).

Pengawasan tersebut menemukan adanya beberapa komoditas pertanian yang dilalulintaskan. “Semua komoditas sudah dilengkapi dengan dokumen dan dinyatakan aman untuk dilalulintaskan” jelas Agus selaku Pejabat Karantina.

#PatuhKarantina

.

Perdana, Wangi Cengkeh dan Bunga Pala Jambi Menuju India

Jambi – Sejalan dengan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) Kementerian Pertanian untuk menambah jenis komoditas ekspor, Karantina Pertanian Jambi berhasil mengekspor komoditas baru yaitu cengkeh dan bunga pala pada Jumat (19/3) melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi. Dua komoditas milik CV. VPM ini akan di ekspor menuju India, masing-masing dengan jumlah cengkeh 3,69 ton dan bunga pala 1,82 ton. Adapun total nilainya senilai Rp. 534.338.696,00.
.
Anita Setyawati, selaku Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan mengatakan Setelah melalui serangkain proses sortasi, cengkeh dan bunga pala ini siap diekspor. Penting untuk memisahkan cengkeh dan bunga pala dari kontaminan benda asing seperti rambut, kerikil halus, karet gelang, atau pun yang lainnya. “Sortasi harus dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas rempah yang akan di ekspor”, ujar Anita.
.
Lebih jauh beliau mengatakan bahwa kewenangan Karantina Pertanian juga untuk memastikan tidak ada serangga hidup yang terbawa sehingga menimbulkan komplain dari negara tujuan. Secara khusus, Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman yang ikut melihat persiapan ekspor perdana dua jenis rempah ini turut mengapresiasi adanya komoditas baru yang di ekspor dari Provinsi Jambi.
.
“Kita selalu mendorong eksportir untuk merambah komoditas lain yang bisa masuk pasar Internasional,” ujar Turhadi. Ekspor cengkeh dan bunga pala ini dilakukan dengan memperhatikan detail pengemasan yang baik dan memenuhi standar negara tujuan. “Kami melakukan pengemasan dengan menggunakan plastik polypropilene (PP) dan kemasan kardus tebal untuk menjaga senyawa aromatik rempah dari penguapan sehingga masih dalam kondisi baik hingga sampai ke negara tujuan,” ujar Dina, selaku pengurus ekspor PT. VPM.
.