Ditolak, Burung Beo dan Ayam Gagal Hijrah ke Jambi

Jambi (09/03), Pelabuhan Roro Kuala Tungkal merupakan tempat pemasukan dan pengeluaran dari wilayah kerja Kuala Tungkal, Karantina Pertanian Jambi. Hasil pengawasan komoditas pertanian di temoat tersebut ditemukan burung beo dan ayam tanpa dokumen karantina.

Menurut Hanief, 2 ekor ayam jantan dibawa oleh pengawal sapi melalui kapal Batam-Kuala Tungkal, Jambi. Setelahnya dilanjutkan perjalanan darat ke Lampung Tengah. Saat diperiksa oleh Pejabat Karantina Hewan di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal-Jambi ditemukan bahwa ayam tersebut tidak memiliki dokumen karantina.

Ayam bangkok itu langsung ditolak oleh pejabat karantina yang bertugas. Diterbitkanlah dokumen Penolakan (KH9A) dan Berita Acara Penolakan (KH9B). Selain ayam, ditemukan juga seekor burung beo tanpa dokumen karantina.

“Burung Beo ini termasuk satwa yang dilindungi dan masuk ke Pelabuhan Roro Kuala Tungkal-Jambi tanpa Sertifikat Kesehatan Hewan (KH11) dari daerah asal Tanjung Pinang,” ujar Agus.

burung beo

Agus sebagai Subkoordinator Substansi Pengawasan dan Penindakan yang saat itu sedang berkoordinasi dengan instansi terkait di Wilker Kuala Tungkal dengan sigap mengambil langkah. Agus segera melakukan serah terima dengan petugas TPHL (Tenaga Pengamat Hutan Lainnya), Benny Agusta.

SobatQ, patuhlah kepada peraturan perkarantinaan, jika ingin membawa tumbuhan dan hewan dengan transportasi laut maupun udara, sebaiknya lapor dulu ya ke petugas karantina. Baik di tempat asal maupun di tempat tujuan.

#PatuhKarantina

#KarantinaPertanianJambi