Optimalkan Produksi Buah, Karantina Pertanian Jambi Pantau OPTK pada Nanas

Nanas tangkit yang memiliki rasa manis merupakan komoditas lokal yang menjadi andalan provinsi Jambi. Daya adaptasi yang baik di lahan gambut, sesuai dengan kondisi tanah di Jambi. Hal ini memungkinkan untuk meningkatkan jumlah produksi, nilai dan ragam komoditas yang berpotensi ekspor.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Karantina Pertanian Jambi melakukan pemantauan organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) pada nanas tangkit. Tujuannya untuk mengetahui gambaran mengenai kondisi produk lokal ini serta hama atau penyakit yang menyerang tanamannya.

Kegiatan pemantauan ini selain untuk deteksi keberadaan OPTK, juga berorientasi pada pengembangan potensi ekspor komoditas baru Provinsi Jambi. “Optimalisasi dalam upaya efisiensi anggaran dalam mendorong ragam komoditas ekspor asal Jambi,” ungkap Turhadi, Kepala Karantina Pertanian Jambi.

Masih ditemukan serangan hama di area pertanaman nanas ini. “Masih diperlukan sentuhan dan pembinaan dari instansi terkait terhadap petani nanas tangkit dalam pengendalian hama di lapang. Hama seperti kutu putih merupakan serangga yang masih menjadi perhatian negara tujuan ekspor dan populasinya cukup tinggi pada buah Nanas Tangkit,” tutur Elizabeth, koordinator Tim Pemantauan Karantina Pertanian Jambi.

Dalam kesempatan lain, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Akhmad Mausul, menyampaikan, nanas tangkit merupakan varietas unggulan. Bahkan mendapatkan penghargaan yang diberi nama nanas varietas tangkit sesuai surat keputusan No.103/PTS/TAPI.240/3/2000.

Nanas ini menjadi maskot, terlihat dengan dibangunnya tugu nanas yang berada tepat di jantung Desa Tangkit Baru sebagai identitas desa penghasil nanas. ”Nanas Tangkit perlu dukungan pemangku kebijakan, khususnya investor yang dapat menjalin kemitraan dengan petani sehingga dapat diekspor,” kata Mausul.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianJambi

Leave A Reply