Temu Wicara, Ajak Petani Kopi Kuala Tungkal Berani Ekspor

Jambi (2/7) – Karantina Pertanian Jambi mengajak para petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, salah satunya kopi liberika. Dalam hal ini, Karantina Pertanian Jambi mendukung dari sektor hulu yaitu mendorong para petani untuk berbudidaya dengan baik sehingga kualitas hasilnya pun baik. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk temu wicara dengan petani kopi, pinang, dan kelapa ini dihadiri juga oleh penyuluh setempat, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

   

Kini kopi menjadi bagian dari gaya hidup, gerai-gerai tempat minum kopi menjamur di setiap sudut kota, dan barista merupakan pekerjaan yang cukup diminati generasi muda. Mengingat ini, Karantina Pertanian Jambi menganggap sudah saatnya kopi yang dimiliki Tanjung Jabung Barat ini dikenal tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri.

“Kami punya regulasi dan kami siap mendukung akselerasi ekspor yang tengah digencarkan oleh Badan Karantina Pertanian. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita optimalkan potensi khususnya kopi yang ada di Tungkal ini,” terang Guntur.

Dinas Perkebunan dan Peternakan menjelaskan bahwa guna menghasilkan kopi liberika yang berkualitas, pemerintah setempat sudah membantu para petani dengan memberikan bantuan bibit unggul.

Salah satu pemilik gerai kopi menambahkan bahwa kualitas kopi itu tidak hanya dilihat dari fisik saja tetapi juga dari cita rasa. “Kalau bicara soal cita rasa, bolehlah dicoba kopi milik kami ini. Kami sudah beberapa kali melaksanakan pengujian, salah satunya bekerjasama dengan Petrocina,” ungkap Mardianto. Diskusi juga semakin menarik ketika salah satu penyuluh melontarkan pertanyaan mengapa komoditas pertanian Jambi khususnya komoditas ekspor saat ini harganya turun. Menanggapi pertanyaan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjelaskan bahwa komoditas tersebut tidak ditetapkan HET-nya (harga eceran tertinggi), berbeda dengan sembako.

Di bagian penutup Kepala Karantina Pertanian Jambi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan babak pembuka dan ke depannya akan dilakukan lagi kegiatan serupa.

#BeraniEkspor
#KarantinaPertanianJambi
#142KarantinaMelayani

Related posts

Leave a Comment