Peluang Pasar Ekspor, 50 Investor Asal Tiongkok Minati Sarang Burung Walet Jambi

 

Jambi – Peluang besar bagi produsen Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia, 50 investor asal Tiongkok siap membuat pasar SBW semakin bergairah. Hal ini terungkap dalam acara Forum Investasi, Produksi dan Ekspor Sarang Burung Walet antara Jambi dengan Negara Tiongkok (25/12).

Kepala Karantina Pertanian Jambi, Drs. Guntur, SP, MM bersama Kepala Bidang Produk Hewan Badan Karantina Pertanian, drh. Iswan Haryanto, M.Si menjadi narasumber pada acara tersebut. Acara yang digelar di BW Luxury Jambi ini dihadiri oleh pemerintah daerah setempat, 50 investor Sarang Burung Walet (SBW) dari negara Tiongkok, dan pengusaha tempat pemrosesan SBW asal Jambi.

President of Bird’s Nest and Collagenous Food Industry Committee of China National Food Industry Association, Mr. Wang Qiang menjelaskan dalam sambutannya bahwa dia bersama 50 investor dari Tiongkok lainnya bertekad akan membangun pabrik pengolahan SBW di Jambi. Selain itu, kawasan pabrik ini juga akan diusung dengan konsep wisata. Tujuan lain dari investasi SBW di Jambi ini yaitu meningkatkan kualitas walet, meningkatkan keuntungan bagi petani walet, dan menjaga produksi walet.

Iswan Haryanto menjelaskan tentang persyaratan teknis karantina untuk ekspor SBW ke Tiongkok, kandungan dalam SBW, serta potensi ekspor ke berbagai negara.

”Negara Tiongkok tidak mampu memproduksi sendiri SBW, sehingga ini menjadi peluang yang menjanjikan bagi Indonesia sebagai negara produsen dengan tujuan pasarnya Tiongkok,” terang Iswan.

Sementara itu, Guntur menjelaskan mengenai potensi SBW yang ada di Provinsi Jambi. Berdasarkan data IQFAST, selama tahun 2019 Jambi mampu memasok SBW sebanyak 51 ton yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, serta 42 kg yang diekspor langsung ke Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Vietnam.

“Saya harap, SBW mampu diekspor langsung dari Jambi atas nama perusahaan lokal, sambil menunggu proses pembangunan pabrik pengolahan sarang burung walet di Kawasan Kemingking,” jelas Guntur.

Selain kedua narasumber dari karantina, turut hadir juga narasumber dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi yang menjelaskan tentang prospek investasi Provinsi Jambi.

Acara ditutup dengan penandatanganan MOU antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Asosiasi Investor dari Tiongkok.

 

 

Related posts

Leave a Comment