LABORATORIUM KARANTINA TUMBUHAN BKP KELAS I JAMBI

Laboratorium tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi sebagai salah satu laboratorium penunjang dalam pelaksanaan tindakan karantina memiliki ruang lingkup pengujian dibidang Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT), Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Ada 11 golongan OPT/OPTK yang menjadi target dalam pengujian yaitu bakteri, virus, cendawan, serangga, nematoda, gulma parasitic, gulma non parasitik, moluska, moliicute, snails dan tungau.

 Berdasarkan permentan 25 tahun 2020 golongan OPTK yang harus dicegah masuk dan meyebar ke wilayah Indonesia atau antar wilayah di Indonesia dari golongan OPTK A1 terdapat 711 spesies yang terdiri serangga sebanyak 229 spesies, cendawan 127 spesies, virus 131 spesies, nematode 66 spesies, gulma parasitic 31 spesies, gulma non parasitic 7 spesies, bakteri 56 spesies, siput 14 spesies, tungau 23 spesies, snails 15 spesies dan moliicute 12 spesies.  Untuk OPTK A2 terdapat 120 spesies terdiri dari serangga 45 spesies, cendawan 28 spesies, nematode 10 spesies, bakteri 12 spesies, virus 12 spesies, tungau 7 spesies, keong 2 spesies, gulma 4 spesies. 

Pengujian yang dilakukan adalah komoditas pertanian untuk mendeteksi ada tidaknya OPTK yang kemungkinan terbawa media yang terbawa masuk ke wilayah propinsi Jambi baik melalui ekspor, impor, maupun domestik masuk maupun domestik keluar. Dengan dilakukannya pengujian maka akan diketahui hasilnya apakah suatu media pembawa yang diuji bebas dari OPTK dengan demikian dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan tindakan karantina selanjutnya.

Laboratorium tumbuhan BKP I Jambi mempunyai beberapa laboratorium penguji yaitu laboratorium biomolekuler, serologi, mikologi, entomologi, nematologi dan gulma.

Pada Laboratorium biomolekuler fasilitas yang dimiliki yaitu  mesin PCR, Thermal cycler, bio safety cabinet, elektroforesis tools, gel dokumentation sentrifuse, frezer, mikro pippet, UV laminar flow dll. Sedangkan untuk bahan pengujian secara biomolekuler primer yang dimiliki adalah Lethal yellowing, PRSV, Clavibacter michiganensis sub sp sepedonicus, Peronospora manshurica dan Pseudomonas syringae pv syringae.

Laboratorium serologi memiliki fasilitas seperti  mesin elisa dan elisa washer, mikropippet, timbangan analitik, medical frezer, vortek dll. Laboratorium mikologi dan laboratorium entomologi mempunyai seperangkat alat mikroskop stereo dan mikroskop compound serta alat-alat yang lainnya seperti sentrifuse, shaker, PH meter dan lain-lain. Antisera pengujian untuk pengujian bakteri yaitu Clavibacter michiganensis subsp michoganensis, Clavibacter michiganensis subsp spedonicus, Erwinia carotovora sub sp atroseptica, pantoea stewartii dan Burkholderia glumae. Antisera untuk pengujian virus yang ada di Laboratorium tumbuhan BKP Kelas 1 Jambi adalah Alfalfa mosaic virus, Cucumber green mottle virus, Papaya ring spot virus, Tobacco streak virus, Bean common mosaic virus, Peanut stunt virus, Barley yellow dwarf virus, Potato andean latent virus dan Bean pod mottle virus

Pengujian  dengan target cendawan dapat dilakukan dengan metode pemeriksaan langsung, metode blotter tes, washing tes dan metode agar serta metode lainnya.

Di laboratorium serangga pemeriksaan dilakukan dengan metode langsung dan rearing. Laboratorium nematoda pemeriksaan langsung, metode corong bearman dan maserasi. Sedangkan untuk pemeriksaan gulma dilakukan dengan metode purity analysis testing.

Laboratorium Karantina Tumbuhan BKP I Jambi telah melakukan berbagai langkah dalam menata manajemen laboratorium maupun dalam merancang dan melaksanakan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan laboratorium. Laboratorium Tumbuhan BKP Kelas I Jambi telah mempunyai 7 ruang lingkup akreditasi yaitu sebagai berikut :

1. Deteksi dan identifikasi cendawan Helminthosporium solani pada umbi kentang dengan metode Blotter tes

2. Deteksi dan Identifikasi cendawan Peronospora manshurica pada biji kedelai dengan metode washing tes

3. Deteksi dan identifikasi serangga Araecerus fasciculatus pada biji pinang dengan metode morfologi dan morfometri

4. Deteksi dan identifikasi serangga Trogoderma granarium dengan metode morfologi dan morfometri

5. Deteksi dan identifikasi serangga Dysmicoccus neobrevipes dengan metode morfologi dan morfometri

6. Deteksi pada biji kedelai dengan metode DAS-ELISA

7. Deteksi Alfalfa mosaic virus (AMV) pada biji kedelai dengan metode DAS-ELISA 

Gambar 1. Grafik Frekuensi Sampel Pengujian Laboratorium Karantina Tumbuhan   BKP I Jambi Tahun 2020

Daftar temuan OPTK  di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi 2019 s/d 2021

Gambar Kegiatan pengujian di Laboratorium Tumbuhan BKP kelas I Jambi

Gambar. Alur Pengujian Laboratorium BKP Kelas I Jambi

Gambar OPT/OPTK Hasil Intersepsi Laboratorium tumbuhan BKP Kelas I Jambi