Pengujian Nitrit SBW sebagai Langkah Monitoring

Sarang burung walet merupakan komoditas yang sedang naik daun. Seiring banyaknya minat ekspor sarang burung walet mengharuskan dukungan karantina dalam menjamin keamanannya.

Sarang burung walet memiliki residu nitrit berbahaya untuk kesehatan jika kadarnya melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Salah satu syarat ekspor media pembawa ini yaitu kadar nitrit kurang dari 30 ppm jika diekspor ke Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sesuai yang tercantum dalam SK Ka.Barantan No. 832 Tahun 2013 tentang Pedoman Persyaratan dan Tindakan Karantina Hewan terhadap Pengeluaran Sarang Walet dari Wilayah Negara RI Ke Negara RRT.

Jumat (29/01), laboratorium Karantina Pertanian Jambi melakukan pengujian nitrit pada sarang burung walet yang sudah dibersihkan. Dari beberapa sampel yang diuji hasilnya semua memenuhi standar ekspor nitrit, kurang dari 30 ppm.

Fitria selaku Dokter Hewan Karantina mengatakan bahwa pengujian ini dilakukan sebagai langkah monitoring yang mendukung program gratieks. “Hasil uji menunjukkan bahwa semua sampel yang kita terima sudah memenuhi nilai standar nitrit sarang walet,” ujar Fitria.

#LaporKarantina
#KarantinaJambi

Leave A Reply